Malam itu aku menghubungi Herman.“Kamu dimana Her???”“Dirumah, ada apa Lin??” jawab Herman“Aku lagi di cafe dekat rumah kamu nih, aku maen kerumah kamu boleh ya??”“Iya ngga papa maen aja, aku juga gak ada acara kok” jawab Herman10 menit kemudian aku sdh nyampai dirumah Herman, ternyata dia sdh menunggu didepan rumah. Bokep Colmek Tp pertemuan kami ini hanya sebatas teman, aku juga tdk berani mengutarakan apa yg aku rasakan. Aku pun melangsungkan pernikahan dgn rasa sedih, pernikahanku selalu diiringi dgn air mataku, Hanya sosok Herman yg aku ingat.Setelah pernikahanku selesai, aku masih berhubungan Herman meskipun hanya lewat telpon, sosok laki-laki baik yg selama ini aku inginkan. Baru kali ini aku mendapatkan laki-laki yg seperti itu, walaupun sebenarnya kalau Herman mengajakku untuk berhubungan Sex aku pasti mau, karena aku sangat mecintainya dan tak ingin kehilangannya.Lama aku tak berhubungan dgn Herman meskipun kami masih sering bertemu saat kuliah.




















