Dari balik lubang tempatku melihat tampak kamar di sebelah tertata dengan apik. Bokep Arab Asal yang minornya tidak jeblok banget. Semua anak-anak berkumpul. Hanya terhalang oleh ujung meja yang sedikit dibuat tinggi untuk meletakkan stop kontak dan reagen pewarnaan saja. Ingat lho di kanan bawah ada bunderan kecilnya. Kalau mungkin malah jangan berkedip.Jadi kutahan mataku untuk menutup lubang itu, sambil berdoa semoga tidak ketahuan, he… he… he… Sudah salah masih minta slamat, dasar manusia, jadi manusiawi.Setelah agak lama Irene tenggelam dalam kesibukannya dan aku merasa aman, perlahan kuangkat mata dari lubang itu dan kututup kembali dengan poster. Gambarnya memang tidak terlalu seru, seadanya. Tetapi memang benar feelingku, anak ini rasanya agak menaruh hati padaku. Maklum, aku bukan penggemar bola.Setelah kamar dikunci, Mardi memberikan contoh dengan mengupas perlahan gambar poster tadi di dinding yang terbuat dari kayu itu, dan segera menempelkan matanya pada lubang yang ada di balik poster




















