Jauuh, mau nggak?” timpal Ana sambil menatapku.Aku tak bisa berkata apa apa, sama sekali tak menyangka permainan taruhan bisa begini liar.“Pak Taryo nggak suka sama dia ya, oke I carikan yang lain atau ntar kita ke tempat kamu biasanya”
timpal Dion dengan bahasa yang aneh. Bokep Jepang Kulirik Ana dan Dion yang tengah
melihat kami dengan penuh perhatian, terpancar sorot mata aneh dari Dion yang tak bisa kuterjemahkan.Penis di genggamanku semakin mengeras seiring desahan nikmat dari Pak Taryo, kubulatkan tekadku sambil
memejamkan mata saat bibirku akhirnya menyentuh ujung penis. Teriakan itu sepertinya sangat
menyeramkan, baru kali ini aku begitu membenci teriakan orgasme dari laki laki, terutama dari Yudi,
lemaslah lututku seketika.Kini kulihat Ana tengah menjilati sperma yang ada di bibir dan sekitar wajahnya sambil tersenyum penuh
kemenangan memandangku, pandangan itu terlihat begitu penuh cemooh kemenangan, aku benar benar merasa
bagaikan seorang pecundang dihadapan Ana dan Yeni.Meski sambil memendam kekesalan karena kalah, aku tetap melanjutkan kulumanku




















