Bagaikan aku menusk dan mencabut di lubang memeknya. Bokep China Hujan masih terus turun dengan derasnya. “Ya. Dia tidak mau sekolahmu terganggu,” kataku. Ayaku senang ssekali atas kelahiran bayi mungil itu. Ibu berusia 37 tahun dan gtubuhnya yang mungil, ntapi marahnya segunung. Pembeli ikan naik sepeda sudah menungu juga. “Kamu tidak bercerita apa-apa tentang kita kan?” tanya ibu. Ibu berjalan sampai ke pantai. Aku terus menggoyangnya dan terus mencucupi bibirnya dan suara hujan semakin lama semkin menderas saja. Dia memelukku. Suti mengangguk. Aku menekan kuat tubuh ibu dan ibu memelukku. Ibu memasukka kontolku ke lubang memeknya sampai masuk semuanya. Nanti pembeli ikan pada pulang,” kataku. Sutinah menangis, ketia ayah dibawa naik ambulance itu. AKu senang. Kulihat adikku Sutinah sedang mengelus-elus kontolku. Ayah dirawat. Kupasang tali layar dan perlahan aku mengkayuhnya. Kami megangkati jerat-jerat kepiting. Ibu mengangguk. Aku mengikutinya. Aku merasakan ikan-ikan bergetar di dalam jaring. “Bagaimana Bu?




















