Sherly yang sudah berpengalaman itu segera ganti posisi woman on top, dan menggoyang Edo sesuka-sukanya, ke depan-belakang dengan cepat, lalu variasi putaran pinggul, dan naik-turun, wuah, benar-benar pemandangan yang mengasyikkan yang baru pertama kalinya kusaksikan langsung di depan mataku. Aku menyaksikannya sambil mengatur deru nafasku yang masih memburu. Bokeb Dan edo kini mencoba merangsangku. Kami pun saling diam lagi sembari menyeruput teh poci yang sedari tadi menemani sore kami itu.Tapi anehnya, setelah terdiam beberapa saat, aku bertanya padanya, “Emang kalau threesome, ama siapa Sher?” Sherly pun tersenyum lebar seolah tanda kemenangan atas godaannya padaku. Kalau memang lelaki bisa dinikmati bersama, kenapa perempuan harus posesif begitu rupa, pikirku.Setelah hampir satu jam kami bercumbu mesra bertiga, permainan kami segera mencapai klimaksnya.




















