burungku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Tina.Langsung saja Tina meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. Bokep JAV kulihat Tina masih duduk didepan TV dan memelototinya.“Acaranya bagus Tin?” tanyaku berbasa-basi“Wah jelek nih, pusing jadinya…” katanya sekenanya“Tolong dong Di ?, ganti VCD saja, tuh didepan banyak VCD” kata Devi lagi.Dengan malas aku meraih VCD dan menghidupkan playernya, kusetel saja sebuah VCD tanpa gambar sampul disitu. Aku berencana menikahi keduanya, karena mereka sudah sangat baik padaku dan membiayai kuliah dan hidupku. Namun yang membuat aku gundah sekarang, Devi yang berusia 31 tahun telah hamil muda, dan aku tahu pasti itu karena ulahku. Tina terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.“Ahhh,…terussssssss” aku kenikmatan. lantas melihat ke arahku.“Ke jetis berapa?”“Tujuh ribu mbak!” tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.“Mmm baiklah, ada jas hujannya tho?”“Iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan”




















