Aku menarik napas sesaat. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Bokep Japan Mimpi yang konyol”, pikirku. Hal itu membuatku semakin menikmati mulut kenyal itu melahap kejantananku dalam-dalam. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku terbatuk kecil. Aku mengalihkan pandangan ke tempat lain, namun menjadi tersentak saat tangan penuh kerutan itu mulai meraba-raba di sekitar pangkal pahaku. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Aku menjadi terpejam-pejam menahan rasa yang sulit diredam. Posisi tidurnya belum berubah. “Nggak masalah kok, Lin.. “Hei, Roy.. Aku menarik napas panjang. Dasar nenek sinting, bathinku. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam mimpi.Aku terbangun karena hawa udara yang terasa panas. Aku menyalakan sebuah kipas angin dari sebuah remote. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku terbatuk kecil. Aku hanya menarik napas dalam-dalam.




















