Lidya hanya diam saja.“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan.“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aqu datang ke rumah Lidya. Bokep Cina Aqu memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi.“Ke rumah..?”, tanyaqu memastikan.“Iya.”“Memangnya ada apa?” tanyaqu lagi.“Lidya ulang tahun. “Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Dan dia tak berhenti menciumi bibir, wajah, leher serta dadaqu yg bidang dan sedikit berbulu.Tergesa-gesa Lidya melepaskan penutup terakhir yg melekat di badannya. Tak terlihat ada pesta. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Tak ada yg istimewa. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Seluruh kasih sayg tertumpah padaqu.Dari kecil aqu selalu dimanja, sampai besarpun aqu terkadang masih suka minta dikeloni. Aqu tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Lidya kembali mencium




















