Aku yang melihat jadi gak tega, lalu kudekati dia dan kuberanikan diri untuk untuk mengelus pundaknya seraya menenangkannya.“Sudah mbak gak usah malu, lagian cuma kita berdua aja kog yang tahu”Melihat reaksinya yang hanya diam saja, aku mulai merangkulnya. Film Porno Mbak Leni meronta sambil tangannya menarik sprei kasur. Kemudian kami segera bergegas untuk pergi jalan-jalan dan menjemput istriku. Aku segera bangkit untuk mandi. Aku berpura-pura kaget“Aduh maaf mbak, aku kira gak ada orang…” kataku sambil meringis seraya mendekati pintu kamar seolah-olah mau menutupnya. Segera kumenuju kamar mbak Leni dan mengetuk pintunya.“Iya sebentar” katanya dari dalam kamar setelah mendengar ketukanku.“Ada apa Faisal?” katanya lagi setelah membuka pintu.




















