Saya harus mengeruk tabungan untuk melunasinya. Bokeb Aku terbujur di atas tempat tidur sambil meresapi setiap sensasi yang aku rasakan.Pak Broto yang belum mencapai klimaks tidak terlalu suka dengan kondisi memekku yang sangat basah serta tubuhku yang lemas tanpa reaksi. Sepertinya aku harus mengubur dalam-dalam impianku untuk menjadi satu-satunya perempuan dengan gelar MBA di kampung ini. Air mataku berlinang. Aku yang sudah dikendalikan nafsu justru mengangkat pantatku sehingga ujung kotol Pak Broto menyodok masuk ke lubang memekku.Aku tersentak. Kami sekeluarga harus menjual barang-barang berharga kami untuk biaya pengobatan dan membayar cicilan kredit ke bank. AAAAAHHHHHHHHH …….AHHHHHHHHHHH,” kami pun berteriak bersamaan melepas semua rasa. Ahhhhhhh ….” Jawabku di sela-sela desahan kenikmatan. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi menerimanya. Perlahan-lahan Pak Broto mulai menggenjot kontolnya keluar masuk memekku.“Ahhhhh ….. SAYA JUGA KELUARRRRR…”Pak Broto tertunduk lemas sambil bertopang pada meja batu dengan kedua tangannya.




















