“Iya…dik…tolonglah pijitkan punggungku yang pegal ini…., rasanya mau patah”, ujar Frans dengan memelas.Untuk beberapa saat lamanya Aryanti terdiam dan berpikir, akhirnya dengan pertimbangan kemanusiaan, Aryanti menyanggupinya apalagi diluar hujan semakin deras, daripada harus basah-basahan melintasi blok-blok tahanan lebih baik menunggu disini pikirnya. Bokeb Pada suatu senja yang mendung, setelah apel sore Aryanti ditugaskan untuk mengontrol sebuah blok yang letaknya agak terpencil di sisi belakang kompleks rutan tersebut. Kini lobang kemaluan Aryanti terkuak lebar siap untuk diserbu. Sampai beberapa menit lamanya tiba-tiba Frans berkata
” Non Polwan, mau engga non melayani aku ?” . Kini Sersan Aryanti pun pingsan didalam pelukan Frans sang narapina pemerkosa, dengan senyum puas Frans memeluk tubuh Aryanti sambil mengusap-usap rambut Aryanti, tak disangka ilmu hipnotis milikinya yang telah menelan banyak korban ternyata masih berfungsi.




















