taganku dengan mangset berwarna putih membuka pintu sekretariat..Krekeeeeeeeek…!“Assalamu’alaikum…”
“Wa’alaikum salam…eh ukhti Leksiana…mari masuk, disuruh Ukhti Leli untuk ngambil selebaran ya…?” Sahut Kak Feri…
“emmm…i..iya Kak…” aku tersipu, wajahku memerah, dan tak ada kata yang bisa kuucapkan…
“nih, ukhti…selebarannya” Ia mengambil satu rim selebaran.. Bokep Korea Pikiranku mulai kalut, air mata mulai mencair dari mataku…sementara aku berusaha meronta-ronta…Jilbab dan jubahku kusut tak karuan.“sssh…sssh…Ukhti, ini aku…Kak Feri…” bisik orang itu.lalu perlahan aku menoreh ke belakang, pelukan dan cengkeraman tangannyapun mulai dilepaskan…setelah kuyakin perkataannya benar, aku hanya menarik nafas panjang..dengan ngos-ngosan aku berkata padanya“hhmmhh…Kak Feri…maksudnya apa…???”
“Iya Ukhti, sabar…afwan kalo caraku kasar…aku hanya ingin bicara…” Sebelum mulutku bicara, kak Feri sudah memotongnya,
“pertama…aku minta maaf atas kejadian itu, kedua aku ingin bertanggungjawab, ketiga aku tak bisa meninggalkan kuliahku…ke empat, aku menyukaimu ukhti…” Mendengar perkataan itu, aku hanya diam seribu bahasa, aku tertunduk layu…tak lama tangannya mengangkat dahuku, akupun sedikit kaget karena wajahnya sudah sangat dekat dengan




















