“Ini..?” kataku. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Bokep Family Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. “Ini..?” kataku. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Ini kesempatan kedua. Jendela kubuka. Duduk di tepi dipan. Membuatku tidak berani. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Ke bawah lagi: Tidak. Aku bisa dapatkan ia, wanita setengah baya yang meleleh keringatnya di angkot karena kepanasan. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus.




















