Dan akhirnya kami tidak bisa tidur hingga larut malam. Bokeb Ini sebetulnya permintaan istriku, yang akhirnya keluar juga omongannya, alasannya nanti dia akan ceritakan saat ketemu sore nanti.Dengan cara rasional dan praktis saja, aku dan istriku sepakat ketemu di restoran hotel jam 19.00 wib. HP-nya melalui HP-ku.Sesaat kemudian ada jawaban. Aku pengin tahu, adakah macam itu yang memang dia butuhkan. HP xx8907. Kini aku sangat ingin selekasnya menyaksikan bagaimana istriku ini digauli orang lain. Panggilan “jeng” yang lekat dengan budaya Solo ini membuatnya langsung akrab antara ke-duanya. Kuraih HP dan kubuka jawaban, “Hallo”.Benar, aku menghadapi dan berbicara dengan Ramon. Pembacanya adalah masyarakat kelas bawah yang memang haus hiburan seperti tukang ojek, supir metro-mini atau pedagang K-5.Singkat cerita sesudah membaca “head line”-nya aku langsung aku membuka-buka halaman bergambar untuk sekedar pelipur lara dan tak kulewatkan juga membaca larik-larik iklan mini.Pada kelompok iklan Panti Pijat aku baca sederet iklan.Ternyata




















