aku jadi kesal. Angin berhembus kencang, membawa uap dingin yang tertahan di awab. Bokep Family Dara atau tidak, Aku kembali menebarkan transmitter gaynergeik. Aku kembali dilanda bingung: senang, takut, nikmat, curgia. Aku memandangnya dengan muram menahan kegundahanku. Bisakah pertemuan kami yang sekejap ini menjadi sebuah ajang berkasih-sayang? Allah dah terlalu baik dengan mengingatkan dan menolongku dua kali. Atau justru aku yang aneh? Untuk menghindari asapnya yang bau saya keluar ruangan menuju bangku dekat rel kereta api. Tapi bagi yang menolak, celakalah dia. perlu kusebutkan namanya? tanyanya semakin kacau. Bapak masih enggan dengan berbagai alas an. kujawab dengan tegas. Itu lebih bermanfaat dari pada fitness yang justru mengundang mata untuk melihat tubuh kita. Aku mulai tersert arus matanya. dasar munafik! Setelah sampai di Surabaya kita ke SAhid. Aku jatruh iba, tapi timbul curiga. Satu dua mengusap wajahku, membawaku kembali ke darat.Kami kembali ke dalam ruangan.




















