Aku memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Ah mengapa begitu cepat. Bokep Tobrut Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Bayar arisan. Begini saja daripada repot-repot. Ya sekarang..! Kesempatan tidak akan datang dua kali. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, dia tidak akan datang begitu saja. ”
Aku lalu menuju salon. Keberuntungankah? Apakah perlu menhitung kancing. Dimana kisah ini berawal dari pertemuan mereka diangkot, dan dilanjutkan di salon dimana wanita itu bekerja. ” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika dia menerima kedatanganku. ”
Dia berdiri. Aku tahu di mana ruangannya. Kring..! Dia malah melengos. Ah apa saja. “ Ngapadian sih di situ..? “ I… i… iya sama-sama ” balasku,
Sebenenarnya aku ingin sekali ada bahan yang yang bisa kami omongkan lagi,




















