Di sore hari, ada seorang siswa bernama Melisa. Anak-anak tidak mendengarkan ketika saya berbicara. Bokeb Sampai saat itu, saya menikah dengan seorang teman guru.,,,,,,,,,,, Karena setiap kali saya masuk kelas, teman-temannya mengolok-oloknya. Ini pemandangan yang luar biasa karena pantat bagusnya terlihat lebih besar. “Aku seorang guru, aku akan menjaga integritas almamater dan profesiku,” kataku pada diri sendiri.Namun semakin hari, keanggunan Melisa semakin menggoda saya. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin 34B. Pertama kali saya mengajar di kelas, saya berkata pada diri saya sendiri: “Ya Tuhan, sekolah apa ini, saya katakan tidak ada yang mendengarkan, di mana para gadis memakai rok pendek?”Keesokan harinya, saya kembali ke sekolah, kesal dan cemas. Lalu melisa berkata, “kita gesek gesekan aja yaaa kak, enak juga kok kak”. Karena setiap kali saya masuk kelas, teman-temannya mengolok-oloknya. Segera saya mengambil gerakan sang penakluk,“Melisa, ayo pergi ke tempat kak Hengky, ayo kita lihat VCD atau yang




















