Akhirnya walaupun dengan susah payah, saya berusaha mengikuti kemauannya untuk tetap bangkit. Lama-kelamaan saya mulai khawatir untuk menyimpan pakaian ini dilemari kami berdua (saya dan Niko) sebab jumlahnya sudah termasuk banyak. Bokep Barat Saya merasa aman sebab dia tunduk kepada seluruh perintah saya. Ingin saya menamparnya kalau mengingat bahwa sebenarnya ia memaksa saya pada awalnya. Sesudah itu mereka berganti tempat. Suatu ketika saat saya membersihkan kamar Roy, tidak sengaja saya melihat buku Penthouse miliknya. Saya tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Saya malu-malu meladeninya. Walupun dengan terhuyung-huyung, saya bangkit dari tempat tidur, mengenakan pakaian saya seadanya dan pergi ke kamar saya.Di kamar saya masuk ke dalam kamar mandi saya. Saya melonjak kaget. Hanya saya jadi tidak ambil pusing lagi.Tidak lama berselang, sekali waktu dia pulang kerumah dengan membawa kado. Saya orangnya supel dan tidak pilih-pilih dalam berteman.




















