Kucium bibirnya dengan ganas. Bokep Ojol Badanku yang besar seolah-olah menenggelamkan badannya yang mungil. Aku memulai percakapan.“Ke Jakarta?” tanyaku. Kulihat dia ragu-ragu dan kelihatan seperti sosok yang lemah. “Apoteker yang punya obat-obatan lengkappun masih mengandalkan Tabat Barito. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya?” kataku dengan nada setengah memaksa. Di Jakarta tidak ada tempat untuk gengsi.“Saya dari Balikpapan kepingin makan gudeg setelah sampai di Jawa,” katanya. “Anto,” kataku sambil kujabat tangannya.Aku berpikir, kalau saja dia tidak memerlukan pertolonganku, mungkin dia tidak akan mengajak berkenalan. Aku merebahkan diri sambil menciumi leher Della dan naik ke bibirnya. Aku menciumi payudaranya dan menghisap putingnya yang mulai mengeras. Mulutnya setengah terbuka sambil mendesis-desis. Besok pagi saya antar ke Ciawi. Sudah mau landing”Ternyata suara pramugari mengingatkanku. “Della, belum tidur kan?”
“Eh.. Mas Anto.




















