Gantia kami mandi di pancuran itu. Orang-orang sudah berlalu lalang mau melaut. Vidio Sex Ibu sudah menunggu di tepian. Aku diam. Kami mendapat uang hampir dua ratus ribu rupiah. “Tidak mas… dua hari lagi aku akan haid. Angin masih berhembus ke laut. Aku pun lega. Kami memasang layar dan mengarahkannya pulang. Sutinah mendekatiku dan mendekapku, sembari kembali meminta maaf. ayoooo…” katanya. Sudah dua hari ayah pulang dari rumah sakit. “Mas…”
“Udah diam saja… Enak kok,” kataku. “Baguslah. Nanti kamu harus menikah dengan laki-laki lain,” kataku. Sutinah menangis, ketia ayah dibawa naik ambulance itu. Kami takut, ikan kamitak laku, kami pulang ke tepian. Sesekali suara petir menggema dengan didahului oleh kliat dengan lidahnya yang menyambar-nyambar. Kamu naik dari pintu belakang dan aku dari pintu depan.




















