Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Bokep Tante Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Surya dengan nafas tersendat.“Oh, ya? Hohh…” desah Surya. Temani saya makan siang,” ajak Nana.“Baik tante, terima kasih,” kata Surya.Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Perawakan Nana sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Surya.“Makan disini saja, ya.. Saya lancang,” kata Surya.“Tidak apa-apa kok, Sur. Nana tersenyum.“Mm.. Nana mendekatkan tubuhnya ke tubuh Surya. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Nana lagi.“Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Nana lagi.“Iya, tante,” kata Surya.“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Nana sambil tersenyum.“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Wajahnya di dekatkan ke wajah Surya.“Mau tidak?” tanya Nana setengah berbisik.Surya tetap diam dan gemetar. Hohh…” desah Surya. Nana segera mengulum kontol Surya.




















