Kepalaku terasa sangat ringan. Tamparan itu telak mengenai pipiku, membuat pengaruh obat di kepalaku sejenak berkurang. Bokep jilbab indo “Apa..?”
Susu-nya itu loh, menempel di ubun-ubunku, seandainya aku bisa berkata begitu saat itu. entah bagian mana dari kemaluannya. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. “Ahh.. “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. “Masa?” tanyaku. Membuat mataku rabun dan pikiranku yang sudah terkontaminasi obat melayang.Nia menggerak-gerakkan pinggulnya lagi. Ah, lumayan segar. Akh, hahahahahahaha.. “Tentu.. Aku menangis semakin keras, mengerang dan terisak, sesekali menguap dengan gerakan sesamar mungkin, sekedar memastikan air mataku tetap keluar.




















