Ia pun memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar aku mendekat.“Kenapa bet?” Tanyaku yang masih berdiri di hadapannya.“Aku mau kasih sesuatu…” Dengan cepat bett menarik turun celanaku. Ia hanya mengangguk pelan.“Makasih ya, Mas…” Ujarnya saat ku berlalu menuju mobil untuk mengambil handphone ku.“Ini Mbak…” Kataku sambil menyerahkan handphone bututku yang bahkan tidak memiliki kamera tersebut.Wanita tersebut meraih ponselku dan mengambil sepucuk kartu nama dari dompetnya. Sex Bokep Mbak mau pulang kemana emangnya?”“Ke Pondok Labu, Mas…” Jawabnya singkat. Sekitar 100 meter setelah melewati Pondok Indah Plaza, aku melihat sebuah sedan menepi dengan kap mesin yang terbuka. Ku coba memejamkan mataku.Belum sempat terlelap, pintuku diketuk pelan.Aku pun bangkit dari kasur, menuju pintu dan membukanya.




















