Sementara di sebelahku ada Brian yang memegang handuk basah dan tissue, segera mengelapi memekku yang dibanjiri pejuh Bondan.“Kuat atuh, kan capresnya menang, hehehe… Nanti teteh minta bukti pencoblosan masing-masing ke memek teteh yaaah pake hape, biar komplit” saya menantang tiap pria memasukkan kontolnya ke memekku lalu memotretnya sebagai bentuk imbalan sebab di TPS kami, capres idolaku dan suami menang.Brian dan Bondan cuma tertawa. Bokeb Saya dahuluan aja pulang sebab capek.”“Btw, a Bondan beneran masih bingung milih capres 9 Juli nanti?”“Iya nih teh, mending golput aja kali yah, dua duanya ga ada yang bener, banyak boroknya.”“Jangan gitu dong a, sini teteh bisikin”Akupun mendekati Astu dan menempelkan mulutku ke kupingnya, dadaku sampai menyenggol dan agak menggesek bahu kirinya.“Mendingan pilih pilihannya pak Arsen, kemaren pak Arsen bilang jika nyoblos pilihan pak Arsen nanti dikasih mau hadiah loh…”“Emangnya apaan hadiahnya teh?” Bondan tergagap menanyaiku yang tiba-tiba agresif.“Teteh, hadiahnya”“Maksudnya gimana teh?”“Ya bebas,




















