tak sedikit pun rasa iri dan cemburu, malah bangga bisa disetubuhi oleh lelaki seperkasa Edo itu… Begitu perkasanya Edo, sehingga tiba-tiba Sherly memekik kecil dan rebah menutupi tubuh Edo sambil memeluknya erat-erat. Kami pun saling diam lagi sembari menyeruput teh poci yang sedari tadi menemani sore kami itu.Tapi anehnya, setelah terdiam beberapa saat, aku bertanya padanya, “Emang kalau threesome, ama siapa Sher?” Sherly pun tersenyum lebar seolah tanda kemenangan atas godaannya padaku. Bokep Cina Dan edo kini mencoba merangsangku. Dia mandah saja. Well, mobil itu keren, kesannya macho seperti Edo. Sambil tersenyum-senyum dikulum, kami berbaring setengah bugil, hanya ditutupi selimut putih bersih yang tersedia di kamar itu. Aku dan Sherly duduk di sofa mengapit Edo di tengah.




















