“Baik Om.. Vidio Porno “Oh.. Tak mengherankan jika, kalau Ananda mendapatkan kasih sayang secara penuh baik dari papanya dan juga Mamanya. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. Eh”jawabku gugup. “Kamu tahu khan, kalau di kampus banyak cowok yang menaksir kamu” terangku kemudian. Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. “Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. “Iya nih Din.. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya.




















