Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Sejenak matanya menatapku. Bokep Mama Eh, ngomong-ngomong, Mbak baru bikin brownies buat mama kamu, nih!” Mbak Marisa mengangsurkan sepiring brownies.Aku mengucapkan terimakasih. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.“Ya, mbak, selamat malam!” kataku.Jauh dalam hati aku sih pingin bilang,“Please dong temenin saya sebentar! Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang rumah. Ini membuatnya menggelinjang-gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa dalam tindihanku.Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Kujelajahi dengan mulutku semua permukaan dadanya. Sungguh malam yang luar biasa.




















