Ketika membungkuk, terlihat buah dadaku seakan mau meloncat keluar, apalagi saat itu aku mengenakan push up bra, belum kutanggalkan, aku masih ragu pantaskah aku keluar sekedar sopan santun terhadap Kelvin. Bokep HD Kamu enggak boleh masuk ke sini!” bisikku tertahan. Wajahku yang sejak tadi menikmati aksinya kini mulai terjaga. “Whoops…” pikirku. Secara keseluruhan dia memang oke, mulutnya manis dan pandai berbicara (tentu saja, mungkin ini modalnya bertitel top sales di daerah sini). Kelvin masih sempat-sempatnya mengganti sarung bantal penopang kepalaku tadi. Aku pun balik lagi ke kamar ganti. “Whoops…” pikirku. Kelvin merangkul pinggangku, membawaku ke dalam pelukannya. Well… berbeda dengan yang namanya rakus, loh. Dua tahun yang lalu kita cuma teman asal lewat saja. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Kelvin kepengin mengantar, suatu kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa.Aku bukan mau belanja.













