Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah. Film Porno Kami berdua menarik nafas panjang. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya.




















