Mbak ngomong beneran nih.” Ucap Mbak Nila serius.“E-emang mo ngapain mbak? Bokep Thailand Badanku terasa segar sekali.Namun aku nyaris melompat dan terjatuh dari kasur melihat sesosok mbak nila yang masih terlelap tanpa pakaian di sebelahku. Badanku melayang, bagai diterpa ombak kenikmatan hingga serasa seperti mati rasa, tak memperdulikan semburan demi semburan yang mengotori tangan halus mbak nila serta boxer yang kukenakan.“Aakkhhh…”Mbak nila terpekik antara kaget dan senang ketika merasakan tangannya basah. Ia tadinya bekerja di kantor cabangnya di bandung dan akhirnya dipindah ke kantor pusat yang di jakarta.Meskipun aku tak pernah tahu umur aslinya berapa, namun perkiraanku ia berkisar di 20an akhir atau 30an awal. korek aja donnhhh…”Mbak nila mendesah dan mengaduh dengan suara yang parau nan binalnya itu ketika telunjukku menelusup masuk kedalam liang vaginanya. hehe
Silakan dibaca dengan khidmat, kalo respon positif gw bakal lanjutin part 2 nya.




















