Tangan kananku mencari sesuatu di balik punggungnya, ya kait bra. Navasnya tersengal, pakaian dan jilbabnya kusut tak karuan. Bokeb “terus..kak…ahh…jangan berhenti…ahh…kak,…” Novi meracau semakin tidak karuan. Tapi kami tidak pernah sampai melakukan jauh karena dia pun tidak mau, ya akupun tidak memaksa. Namanya Novi, umurnya sekitar 22 tahun, dia anak koas dari perguruan tinggi negeri dari kota yang sama. Sama-sama berjilbab walau tak selebar dia. Baunya pun sangat wangi. Novi hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Ujarnya halus. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. DIa berusaha menjadi asistenku dengan baik, saat memebrikan gunting aku sengaja pura-pura tidak tahu menyentuh tangannya…tapi langsung dia tarik.




















