Dengan tangga yang nyaris tegak aku mengikuti Bagas memasuki ruangan yang sempit berlantai papan dengan nampak bolong sana-sini.Dalam ruangan tanpa plafon hingga gentingnya yang rendah itu hampir menyentuh kepala, kulihat tikar tergelar. Lihat aja nih, dianya nggak mau lemes-lemes. Bokep Mom aku mau keluarrcchh.. oohh.. Mereka nampak tidak acuh saat kami melewatinya.Kemudian sepeda ini nyeberangin lapangan yang luas dibawah tiang tegangan tinggi sebelum masuk rumah kontrakkan yang diceritakan Bagas tadi. Cukup lama sebelum akhirnya aku menjawab,‘Ayyolahh..’, sepeda ojek langsung berbalik, beberapa kali berbelok-belok masuk gang-gang kumuh. tapi bu.., n’tar ada yang ngliatin, n’tar diaduin ke suami ibu, n’tar..’,rupanya dia belum juga mengambil keputusan. Klas ekonominya tukang ojek sepeda khan kumuh banget.Saat nyampai di warung tujuan aku turun dari sepedanya,‘Kang Bagas tungguin saya yah’, biar nanti aku kasih tahu kemana mencari tempat yang aman dan nyaman untuk acara bersama ini.‘Nih tempatnya yang kang Bagas tanyain tadi, barusan aku pinjem




















