“Jay, pinjam kamarnya.”
Jay hanya tersenyum, matanya masih terpejam. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. Vidio Sex “Yang tadi itu,” kata Chie.“Chie, bagiku keperawanan itu sama saja bagi semua orang. Pertanyaan yang sangat sukat untuk kujawab. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Itu menyakitkan.Jay menunggu di ruang tamu. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! Masih tetap larut dalam kesedihannya. Sesaat setelah percintaan itu, aku mulai bisa menebak berkas-berkas fakta yang sebelumnya terasa begitu gamang.




















