Hangat. Bokep Mom Mikha cuma mengangkat tinjunya, tapi matanya kulihat mengedip. Mikha terpejam dan kudengar nafasnya mulai agak terasa memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat membara. Di antara teman-temannya, dia yang paling menonjol. Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Gadis ini benar-benar cantik. Tak lama kemudian aku tak tahan lagi, kugoyang pantatku lebih cepat lagi keatas kebawah dan, Tubuhku mengejang. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. “Bener?”
“Iya. “Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. “Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Mikha menuju arah utara. “Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis saya”
Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata “Iya Mikha, saya juga, saya nggak bakal lupa”.




















