“Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? “Asyik, makasih Mas!” katanya. Bokep China “Ayolah Mas”, pintanya. Kamu nggak keburu ngerjakan PR kan?” tanyaku. “Ayolah Mas”, pintanya. Kukulum dan kuhisap kuat-kuat kemaluannya. Kok kelihatannya sedang ngobrol serius?”
“Ah, kamu ini!”, kata Tante Ida, “Selalu saja pengen tahu urusan orang.”
Aku hanya tersenyum sambil memandangi bocah kelas 2 SMU itu. Aryo keliatan sedikit bingung, tapi kebingungannya hanya sesaat karena ia sibuk mengamati kamar DJ yang aneh itu sambil melihat-lihat koleksi kasetnya.“Heh denger ya, itu tuh anak Ibu Kost saya! Mata Aryo terus saja mengikuti film yang sedang diputar tanpa berkedip. “Begitu lho, Den!” kata Tante Ida, “Soalnya dari anak-anak yang kost di sini, kamu yang paling sering di rumah, dan juga kamu yang paling lama di sini, kamu sudah Tante anggap seperti kakaknya Aryo.”
“Ah, Tante ada-ada saja”, kataku.




















