Seminggu tinggal di kost itu aku berusaha cuek terhadap perilaku mereka dan tidak ikut-ikutan. Bokep HD Sialnya (atau malah untungnya?) aku yang harus menerima hasratnya itu. “Rasanya enak kok, badan jadi hangat.”
Sambil makan minum tak terasa aku ikut menenggak bir itu meski cuma setengah gelas. Bungkus makanan atau abu rokok bertebaran di lantai, pakaian bahkan CD juga dilempar begitu saja. “Ng.. Kamu ikut aja ya, Nul,”
“Ee..ee. Ya, bebas sekali pergaulan di situ. Penghasilanku pun besar. Apalagi setelah acara makan selesai dan peralatannya dipinggirkan sehingga tengah ruang jadi luas. Sehari lubang memekku tak dimasuki penis aku bakal belingsatan semalaman. Untung aku sudah pengalaman dengan keluarga Pak Anand sehingga hal semacam ini tidak mengejutkanku lagi. Jangan sampai ketahuan yang punya kost. Mereka pun maklum kalau aku jadi kurang memperhatikan kebersihan kamar mereka karena sekarang aku lebih sering telentang ngangkang di kamarku sendiri atau di kamar mereka.




















