“Nggak, hanya capai saja!” Kami melangkah ke meja makan dan saling berbincang sebentar, aku lebih pendiam daripada biasanya, dan dia berlagak seolah tak ada apa pun yang terjadi hari ini.Kuselesaikan makan malamku dan beranjak untuk mandi, berharap aku mampu mencuci ingatan mengerikan tentang istriku yang berselingkuh dengan lelaki lain dari benakku, tapi itu tak terjadi.Aku naik ke pembaringan, tak dapat tidur dengan nyenyak karena ingatan akan istriku yang bertingkah seperti seorang pelacur yang haus akan batang penis sedang memuaskan lelaki ******* yang bernama Budi. Tak dapat kupercaya pendengaranku akan kata-kata hina yang keluar dari mulut manis istriku. Bokep China Tangan lelaki itu berada pada bongkahan pantat istriku.Menekan tubuhnya agar merapat saat mereka berciuman layaknya sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta. Kemarahanku sekarang sudah melampaui batasnya. “Kamu boleh berkata sesukamu, aku tidak peduli.










