Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Bokep Cina Ma.. argghhh.. jadi agak telat…”“Nadia… pulangnya kapan?”“Ya… kira-kira hari Rabu, Ma… Oh.. nih… ka.. Sehingga Mama Weni bersibuk diri dengan berjualan berlian.Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”. agghhh.. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Weni mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidakbisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya. Keesokannya,
Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Weni sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.“Selamat Pagi, Tom…”“Pagi… Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”“Kamu hari ini mau kemana Tom?”“Tidak kemana-mana, Ma… paling cuci mobil…”“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”“Ok.. nggak. Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara




















