Dengan masih agak bingung, aku bangun dan membukakan pintu rumah untuk tamu-tamu tak terduga itu. Bokeb Adek tungguin kakak yah”. Aku hampir saja menyambar tubuhnya dan memeluk kak Agus erat-erat. Tapi nggak apa-apa juga sih, malah itu yang aku harepin. + a“Ih, susah banget kak. Aku sekarang ibarat boneka didalam pelukan seorang polisi gagah ini karena sekarang jari jemarinya yang menggerakan jari-jemariku untuk menekan tombol-tombol stik. Huh, aku memang seperti boneka! Sepertinya hujan mulai reda. + a“Ayuk kita foto-foto. Hehehe”. + aAku membalasnya. Foto kakak nggak ada di laptop ini kan?”. Aku memang agak risih tetapi aku juga menikmati itu. Lo sadar Bay!”. Mendingan dimasukin kontol deh dari pada masuk angin. Huh, aku memang seperti boneka! Lo sadar Bay!”. + a“Begini Bay, tekan lalu tahan”, kata kak Agus. Tapi nggak apalah yang penting aku bonekanya kak Agus yang perkasa ini. Padahal aku masih mau nonton.




















