Aku kehabisan kata-kata.“Nggak, nggak mau” jawabku sambil menangis.“Kamu bisa apa….? Link Bokep mmaaf pak, saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata.“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tidak cukup”Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau… tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya. Kedua tangan Pak Tommy pun tak henti-hentinya meremas dan memilin dua putting mungilku yang berwarna coklat muda itu.“Ahhhhhhh….. Lalu ditekannya tubuhku hingga perutku menempel di tepi mejanya. Tangan Pak Tommy pun mulai mencari-cari ritsleting rokku, dan segera melepasnya. Kini ia menguakkan bongkahan pantatku lebar-lebar. Aku hanya bisa menjerit kecil. Aku hanya terlentang lemas setelah satu jam ia menikmati semua lubang kepuasan di tubuhku.“Tempik sama silitmu memang hebat Gell… Bapak ketagihan buat make kamu. Kejadian di kantor saat itu barulah sebuah awal penderitaanku. Satu tangannya memilin-milin payudaraku yang lain, sedang tangan satunya lagi memainkan klitorisnya.




















