mana tikusnya..!”. Bokep Tante Cumakan..?” tanyaku lagi. “Kenapa, kamu nggak suka dibelai sama Ibu” jawab Ibu mertuaku. Tanpa berkata apapun Ibu mertuaku turun dari kasur dan langsung memelukku. Kutambah kecepatan gerakanku pelan-pelan, masuk keluar dan makin kepeluk Ibu mertuaku dengan dekapan dan ciuman di tengkuk lehernya.“Ah.. Lho Ibu sendiri gimana” tanyaku kembali. Dipeluknya ku erat-erat seperti takut kehilangan.“Ibu kenapa?” tanyaku. Aku benar-benar puas dibuat Ibu mertuaku, sepertinya cairanku benar-benar banyak keluar dam membasahi lubang dan dinding vagina Ibu mertuaku.Ibu mertuaku masih memelukku erat dan menciumi leherku dengan kelembutan. Ibu mertuaku mendekapku dari belakang, bisa kurasakan payudaranya menempel di punggungku, hangat dan terasa kenyal-kenyal. “Ibu cuma pengen aja kok..” jawab Ibu mertuaku. Hari-hari berlalu kami lewati tanpa adanya halangan walaupun sampai saat ini kami memang belum dianugrahi seorang anak pendamping hidup kita berdua.Kehidupan berkeluarga kami sangat baik, tanpa kekurangan apapun baik itu sifatnya materi maupun kehidupan seks kami.










