Kalau toh ia hanya sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Didorongnya aku ke atas ranjang empuk itu. Bokeb Ia pun mencapai puncaknya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Aku mengangguk sambil mengedipkan mata. Toh ia yang mengundangku. Rumah yang indah dan mewah untuk ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Pahanya semakin lebar mengangkang. Apalagi sore itu Anita dan Marko akan dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.“OK. Kupencet bel dua kali. Mei tidak menyesal bersetubuh denganku?”
“Tidak”, katanya, “Aku malah berbangga bisa menjadi wanita pertama sesudah kematian isterimu. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Ia memandangku. Aku mencabut kemaluanku dan rebah di sampingnya. Aku ingin kamu di dalam.”Kupercepat gerakan pantatku.




















