Wajahnya yang tertutup oleh slayer mengakibatkan orang-orang disekitarnya tidak sadar bahwa Sasha sedang melamun.“Nona Izumi Toyama?” tiba-tiba penghulu itu memanggil Sasha dengan nama aslinya.“Eh?” Sasha terkejut dan lamunannya pun buyar dalam sekejap saat mendengar nama aslinya disebut oleh penghulu itu. Pak Anton tersenyum mensyukuri keberuntungannya.Sasha, si pujaan para lelaki di kantor itu kini sepenuhnya miliknya; akhirnya ia telah mendapatkan intan yang amat berharga itu.“Sasha. XNXX Jepang AAKH!!AAGH!!!!” Sasha menjerit-jerit saat tekanan air itu terasa menyembur paksa ke dalam vaginanya.Air mata Sasha juga tampak meleleh turun dari matanya karena rasa sakit dan sensasi kenikmatan akibat semburan air itu. Sisanya tinggal diperiksa saja sebelum dikirim ke pusat.” ujar Sasha sambil menyerahkan dokumen-dokumen itu ketangan Pak Anton.“Oh, iya! Ekspresi puas tampak menghiasi wajahnya, walaupun ia juga agak menyesali perlakuannya pada Sasha barusan. Pak Anton sendiri berusaha untuk meresapi kelembutan tubuh Sasha yang digosok-gosok dengan badannya yang gemuk.Pak Anton tidak cepat puas,










