“Gue pergi Sue,” Nick akhirnya berkata. Seorang pria tegap berusia 30-an merangkulnya ketat, tangannya dengan kurang ajar menggerayangi payudara Tessa dari samping. Bokep Crot Dinikmatinya belaian tangan Susan. Wanita yang dicintainya sepenuh hati, yang dikiranya sedang sibuk menyelesaikan tugas kantornya, yang teleponnya ditunggu penuh harap oleh Nick seharian ini, ternyata sedang berada dalam pelukan pria lain. Nick tidak dapat menjawabnya.Selama perjalanan Nick mencoba untuk benar- benar rileks, Ia berniat untuk tidak memikirkan Tessa malam ini. Ia bergerak semakin mendekat. Sebotol wine masih berdiri di atas meja, di sampingnya ada sebotol Black Label yang masih setengah penuh, diambilnya botol itu. Seperti saat ini misalnya, ketika kerinduannya memuncak, justru Ia tidak tahu apa yang dikerjakan Tessa siang ini.Frustasi karena ketidak berdayaannya melawan perasaan aneh dalam dirinya setiap kali Ia memikirkan Tessa, Nick membenamkan diri dalam pekerjaanya.




















