Aku tak bisa berpikir jernih tagi. Bokep Tante Namun terus terang saja, aku juga mencapai orgasme. Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kirinya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Kubiarkan ranjang moratmarit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Perasaan takut akan terdengar tetangga, ketakutan nama ibuku akan menjadi tercoreng, kecemasan bahwa tetangga akan mengetahui peristiwa perkosaanku, aku hanya berdiri terpaku memandang wajah penuh nafsu yang siap menerkamku. Kesadaranku entah berada di mana. tambahnya dengan suara serak.Sekali lagi aku terperangah. Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Semua itu tentu saja di luar sepengetahuan ibu. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. Ibu butuh seseorang untuk mendampingi ibu dan merawat kalian berdua, kamu dan adikmu masih butuh perlindungan, masih butuh kasih sayang dan tentu saja butuh biaya untuk melanjutkan studi, kalian demi ibu sudi menikah kembali dengan Pak Herman dengan harapan masa depan




















