Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Dua kakakku perempuan semuanya. Vidio Sex “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Namun nampaknya Lidya masih belum puas. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Tiba-tiba saja Lidya. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. “Iya, Tante. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Bukan hanya itu saja, dia juga melepaskan celanaku hingga yg tersisa tinggal sepotong celana dalam saja Sedikitpun aku tak merasa malu, karena sudah biasa aku hanya memakai celana dalam saja kalo di rumah.Lidya memandangi badanku dan kepala sampai ke kaki. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor.




















