Namun kuputuskan untuk turun mengendap-endap. Selesai menggoreng telur, mama meletakannya di piring di meja dapur.Kuselesaikan sarapanku. Bokeb Kami makan seperti biasa. Sudah malam, aku pasti dipangil, disuruh makan.Beberapa saat kemudian pintu kamarku diketuk. Ku suruh mama mengikuti ke kamarku.Mama mesti bangunin Uda dengan cara isep kontol Uda tiap pagi. Mungkin bisa dibilang, mama sangat penurut. Jangan pernah mama mempertanyakan apa yang Uda bilang!Kudorong mama hingga keluar dari kamarku. Biar anakmu ngeliatnya. Aku diam di kamar. Gak usah mengharap belas kasih Uda.Mama tentu tak mengetahui kalau aku menguping pembicaraannya dengan ayah tadi. Biar saja anak kita senang-senang.Tapi…Gak ada tapi-tapian. Ayah bertanya tentang sekolah.Ayah pingin dipijet ntar sebelum tidur.Iya yah, kata mama.Selesai makan, seperti biasa, ayah ke atas, ke ruang kerjanya. Itu masalah mama. Aku merupakan anak tunggal. Meski mama seorang dokteranda, namun karena papa tak pernah kekurangan uang, maka papa melarang mama bekerja.Aku termasuk anak yang suka olahraga.




















