“saatnya tiba..manis…”
ketakutan Vina semakin menjadi, apa yg akan terjadi selanjutnya…
“saatnya memberi tanda pada pengantinku….”
mahluk itu kemudian menarik dan mencubit puting Vina hingga mengeras, setelah dirasa cukup, mahluk itu memasangkan sebentuk cincin pada puting Vina. ia sendiri tak bisa bergerak, bahkan untuk membuka matapun ia tak bisa. Bokep Colmek entah mengapa ia merasa enggan membuang cermin itu, walau sebagain suara dalam pikirannya menyruhnya untuk menyingkirkan cermin itu. “ahhh..selamat datang pengantinku..saatnya kamu pulang…”
pulang..? Vina coba untuk teriak, namun tak ada yg keluar, selain erangan dan rintihan. benda itu mulai memasuki vagina Vina semakin dalam dan dalam, membuat Vina menangis kesakitan. Pagi yg cerah , matahari bersinar lembut diiring kicauan burung. di sekolah ,kejadian ini membuat Vina berubah. meski begitu ciuman itu begitu nyata dan terasa, bahkan kini ia merasakan lidahnya saling terpagut dan terkait. rangsangan2 itu akhirnya membuat Vina lemas tak berdaya, membuatnya pasrah.




















