Tapi kerja aja belum, masa dah mikir merit…!?” Jawabku.“Kamu itu gimana sih? Link Bokep tapi jangan hamili Mirna!” itulah kalimat yang terucap dibalik senyumnya.Aku pun senang mendengar kalimat itu. Karena jaraknya yang hanya terhalang oleh beberapa rumah saja dari tempat kostku, maka aku hanya mendatanginya dengan jalan kaki, itung-itung ngirit bensin… Lumayan lah! Beberapa saat tante memandangi dan meremas batang k0ntolku, lalu ia menunduk dan memasukkan k0ntolku ke dalam mulutnya. Dengan langkah lemas, ku beranjak ke kamar Mirna, dan ku lihat Mirna telah siap meninggalkan kamarnya menuju kamar Mamanya.“Silahkan, Ka!” sapa Mirna mempersilahkan aku untuk tidur di kamarnya.“Makasih, ya Mir!” sapaku saat ia ke luar dari kamarnya.Mirna hanya melempar senyum saat berlalu dari hadapanku. Tetapi ternyata hujan tidak berhenti hingga lewat jam 11 malam.




















