Taman di belakang rumah tidak terlalu terbuka. Kami sekeluarga harus menjual barang-barang berharga kami untuk biaya pengobatan dan membayar cicilan kredit ke bank. Bokep Mama Habis sudah pertahananku. Ahhhhhh … Ahhhhhh ….. Di ruang makan, aku bertemu Mak. Mulutnya tak henti-hentinya menyedot pentil buah dadaku. Begitu aku mengiyakan niatnya, dia meminta aku bersiap-siap di kamarku sambil menunggu obat kuat yang diminumnya bereaksi. Begitu aku sadar tentang apa yang telah terjadi, air mataku menitik keluar. “Ya, Pak … Untuk makan siang dan makan malam Abah dan Mak nanti,” jawabku.“Sini kamu. Pak Kusrin menekuk lututku sehingga sekarang pahaku bertumpu pada perut dan dadaku. Lebih cepat …..




















